Pernahkah kita mendengar
perkataan-perkataan ini : ‘Kita tuh udah gak cocok!!’, ‘Gak ada yang perlu
dikompromikan lagi kita terlalu jauh berbeda’,’Saya mah gak sepaham sama dia’,
‘Jangan samakan aku sama kamu/dia dong!!’ dan lain-lain. Yups, itulah beberapa
perkataan yang terkadang tanpa kita sadari adalah sebuah substans bahwa kita
diciptakan secara beragam. Firman Allah:
‘Wahai manusia! Sungguh, Kami
telah Menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian
Kami Jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.
Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling
bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti.’ (Al-Hujurat:13)
Firman Allah tersebut merupakan
pedoman pasti bahwa manusia telah diciptakan dengan berbagai bangsa, suku dan
karakter. Kalo versi Kondrad Adenanuer orang barat sana tuh katanya :
'Kita memang hidup di bawah langit yang sama tapi dengan cakrawala yang berbeda-beda.'
Nah, sakarang kita tahu nih kita
semua berbeda. Lalu apakah pernah terbayang dalam benak kita, mengapa
saya tinggal di Indonesia? mengapa saya lahir dari bapak fulan dan ibu fulanah?
Mengapa saya terlahir sebagai orang miskin atau sebagainya. Sempatkah berfikir
seperti itu. Sempatkah kamu berfikir untuk apa saya hidup di dunia? mengapa
saya dilahirkan sebagai manusia yang berkarakter seperti ini dan ini. Dan begitu
banyak pertanyaan dalam benak. Dikutip dari sebuah drama korea (Time slip
Dr.Jin) salah sseorang pemainnya berkata:
'Hendaklah kita tidak bertanya 'mengapa' tentang dunia ini, tapi tanyakanlah 'bagaimana'.'
Yupz, kalimat itulah yang dapat
menjawab pertanyaan-pertanyaan itu semua.Tak perlulah kita bertanya hal-hal
tersebut. Namun ada yang harus dilakukan yaitu merubah kata ‘mengapa’ menjadi
sebuah 'bagaimana' .
Bagaimana kita menjalani hidup
dengan begitu banyaknya perbedaan satu sama lain? Bagaimana saya akan mengerti
orang lain sedangkan mereka tidak
mengerti saya?
Seringkali kita membuuat suatu
kambing hitam. Entah mungkin itu benda, orang lain, waktu, tempat ataupun hal
yang lainnya dalam menutupi suatu kesalahan atau kekurangan yang kita perbuat.
Namun, harus kita sadari bahwa hidup adalah cermin. Apa yang kita dapatkan
adalah refleksi dari apa yang telah kita perbuat.
Manusia sengaja diciptakan dengan
cakrawala yang berbeda. Untuk saling mengerti dan berbagi. Perbedaan itu indah.
Selama perbedaan itu tidak melebihi interval iman dan islam. Maka kita jadikan
cakrawala kita yang berbeda-berbeda ini menjadi sebuah subtansi saling berbagi
dan mengerti. ^_^
'Kita semua seperti bulan, yang memiliki sisi gelap dan terang'
Kekurangan dan kelebihan kit
itu akan lebih indah dan sempurna dengan saling menyempurnakan dengan yang
lainnya. Yuk saling mengerti ^_^. (Dengan berada dalam interval yang baik
tentunya).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar