Rabu, 27 Maret 2013

Cakrawala yang Berbeda


Pernahkah kita mendengar perkataan-perkataan ini : ‘Kita tuh udah gak cocok!!’, ‘Gak ada yang perlu dikompromikan lagi kita terlalu jauh berbeda’,’Saya mah gak sepaham sama dia’, ‘Jangan samakan aku sama kamu/dia dong!!’ dan lain-lain. Yups, itulah beberapa perkataan yang terkadang tanpa kita sadari adalah sebuah substans bahwa kita diciptakan secara beragam. Firman Allah:
Wahai manusia! Sungguh, Kami telah Menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami Jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti.’ (Al-Hujurat:13)

Firman Allah tersebut merupakan pedoman pasti bahwa manusia telah diciptakan dengan berbagai bangsa, suku dan karakter. Kalo versi Kondrad Adenanuer orang barat sana tuh  katanya :
'Kita memang hidup di bawah langit yang sama tapi dengan cakrawala yang berbeda-beda.'
Nah, sakarang kita tahu nih kita semua berbeda. Lalu apakah pernah terbayang dalam benak kita,  mengapa saya tinggal di Indonesia? mengapa saya lahir dari bapak fulan dan ibu fulanah? Mengapa saya terlahir sebagai orang miskin atau sebagainya. Sempatkah berfikir seperti itu. Sempatkah kamu berfikir untuk apa saya hidup di dunia? mengapa saya dilahirkan sebagai manusia yang berkarakter seperti ini dan ini. Dan begitu banyak pertanyaan dalam benak. Dikutip dari sebuah drama korea (Time slip Dr.Jin) salah sseorang pemainnya berkata:
'Hendaklah kita tidak bertanya 'mengapa' tentang dunia ini, tapi tanyakanlah 'bagaimana'.'
Yupz, kalimat itulah yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan itu semua.Tak perlulah kita bertanya hal-hal tersebut. Namun ada yang harus dilakukan yaitu merubah kata ‘mengapa’ menjadi sebuah 'bagaimana' .
Bagaimana kita menjalani hidup dengan begitu banyaknya perbedaan satu sama lain? Bagaimana saya akan mengerti orang lain sedangkan mereka tidak  mengerti saya? 

Seringkali kita membuuat suatu kambing hitam. Entah mungkin itu benda, orang lain, waktu, tempat ataupun hal yang lainnya dalam menutupi suatu kesalahan atau kekurangan yang kita perbuat.  Namun, harus kita sadari bahwa hidup adalah cermin. Apa yang kita dapatkan adalah refleksi dari apa yang telah kita perbuat.
Manusia sengaja diciptakan dengan cakrawala yang berbeda. Untuk saling mengerti dan berbagi. Perbedaan itu indah. Selama perbedaan itu tidak melebihi interval iman dan islam. Maka kita jadikan cakrawala kita yang berbeda-berbeda ini menjadi sebuah subtansi saling berbagi dan mengerti. ^_^
'Kita semua seperti bulan, yang memiliki sisi gelap dan terang'
 Kekurangan dan kelebihan kit itu akan lebih indah dan sempurna dengan saling menyempurnakan dengan yang lainnya. Yuk saling mengerti ^_^. (Dengan berada dalam interval yang baik tentunya).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri yang Diunggulkan

PTS Matematika

 Kelas 8 https://quilgo.com/form/ZTc0fZIHun7dq5Mf

Popular Posts