Kamis, 26 November 2015

Masih Tentang Bahagia

Entah, bahagia selalu menjadi topik yang menggiurkan. Begitu banyak definisi bahagia yang saya dapatkan.  Saat mengikuti salah satu seminar di fakultas saya kemarin, sang pemateri memberikan definisi baru tentang bahagia.
"Bahagia itu sekarang, disini dan seperti ini"
Beliau menjelaskan begitu energik, bahagia itu sederhana. Jika kita sekarang masih hidup dengan banyak nikmat darinya. Itulah bahagia. Ya bahagia. Dan saat ini saya bahagia.

Dan pagi ini saya mendapatkankan definisi yang lebih akurat. Dimana salah satu guru favorit saya KH.Dr.Badruzzaman, M.A memaparkan arti bahagia. Bahagia menurut Rasulullah SAW. 

Ada empat aspek yang harus dipenuhi agar kita senantiasa bahagia, yaitu :

  1. Mengingat dosa yang telah lalu. Dengan mengingat dosa-dosa yang kita lakukan, akan memudahkan kita untuk selalu bertaubat. Mengingat disini bukanlah hanya sebatas mengingat tanpa ada tindak lanjut. Mengingat dosa-dosa yang kita lakukan lalu diiringi mohon ampun dan bertaubat. Bermuhasabah diri sehingga memiliki progress untuk lebih baik kedepannya.
  2. Melupakan kebaikan. Seringkali manusia mengingat mengingat kebaikannya. Merasa dirinya telah berbuat baik banyak. Maka Rasulullah meminta kita untuk senantiasa melupakan kebaikan yang telah kita lakukan. Hal ini adalah untuk mengantisipasi timbulnya sifat ria. Sifat ria ini sangat berbahaya, bisa melunturkan kebaikan yang telah kita lakukan. Dengan melupakan kebaikan kita dapat lebih enjoy dalam mengarungi hidup.
  3. Melihat ke atas untuk urusan akhirat. Dalam belajar, prestasi, urusan ibadah kita diharuskan melihat seseorang yang diatas kita. ketika melihat seseorang yang sangat rajin beribadah maka patutlah kita berkeinginan seperti orang tersebut. Mereka begitu bisa mencapai banyak prestasinya, begitu rajin ibadahnya maka begitu pula kita. Kkita mampu seperti mereka.
  4. Melihat ke bawah untuk  urusan dunia. Inilah titik bentuk syukur kita. Untuk urusan dunia seperti tahta dan harta maka haruslah kita melihat kebawah kita. Sungguh banyak manusia yang nasibnya di bawah kita. Mereka jauh lebih menghawatirkan dari kita dalam kehidupan dan hartanya.
Nah itulah definisi bahagia. Bahagia akan senantiasa menghampiri kita ketika kita memiliki keempat aspek tersebut. Maka marilah Ingatlah dosa, Lupakan kebaikan, Lihatlah ke atas untuk urusan akhirat dan lihatlah ke bawah untuk urusan dunia. Dan berbahagialah setiap hari. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri yang Diunggulkan

PTS Matematika

 Kelas 8 https://quilgo.com/form/ZTc0fZIHun7dq5Mf

Popular Posts