Senin, 01 April 2013

Saat 'ngaret' jadi estimasi

'Ngaret', yupz kata ini sepertinya telah familiar di telinga orang Indonesia. Mungkin kata ini 'ngaret' diambil dari kata dasar karet yaitu sebuah benda yang sifatnya elastis (yaitu bisa memanjang jika ditarik). Sehingga waktu yang bersifat pasti ini disifati karet yang dapat memanjang dan memendek. Entah siapa yang memulai dan entah dari kapan kata 'ngaret' ini digunakan.

Lalu bagaimana bisa kata 'ngaret' ini begitu populer di Indonesia? Begitu tidak disiplinkah kita sehingga 'ngaret menjadi sebuah budaya? Hmm, sepertinya 'ngaret' ini telah dijadikan sebuah hal yang biasa bagi kita. Gawat sekali -_-.

Nah, dan yang jadi masalah ketika 'ngaret' menjadi sebuah estimasi. Bagaimana bisa kita menghilangkan 'budaya ngaret' ini sedangkan ngaret selalu menjadi estimasi suatu acara. Seringkali suatu kegiatan yang saya ikuti selalu mengestimasikan ‘ngaret’. Bukankah itu justru memberi peluang untuk kita agar selalu ‘ngaret’. Sempat saya bertanya akan hal itu, ‘Kenapa ngaret harus diestimasikan?’ mereka menjawab ‘tau lah orang Indonesia’. Hmm, saya sebagai orang Indonesia pun jujur sangat tersinggung. 

Mereka orang Jepang ataupun orang Barat sana  selalu berusaha tepat waktu. Bahkan untuk menaiki sebuah bus pun mereka selalu berusaha disiplin karena jika mereka terlambat sedikit saja bis itu akan meninggalkannya. Begitulah mereka membudayakan kedisipinan bukan seperti di Indonesia yang justru bukan orang takut ketinggalan bis, tapi justru angkot atau bis takut kehilangan para penumpang. Lalu, jika disana banyak orang yang bisa tepat waktu mengapa kita tidak?

Tidak sulit sebenarnya, mahasiswa yang sudah memiliki jadwal perkuliahan tentu dia akan berusaha mengikuti jadwal tersebut dengan tepat waktu, para peserta Ospek yang takut akan seniornya akan berusaha datang sesuai jadwal kegiatan, sebuah kegiatan yang telah ditentukan tayang live di TV tentu mereka tidak bisa ‘ngaret’dan lain-lain. Jika kedisiplinan telah diterapkan akan mudah bagi kita menghilangkan budaya ini. Selalu konsisten dengan jadwal yang ada tanpa ada estimasi ‘ngaret’. Itu semua bisa kita lakukan. Sebuah uslub Arab berbunyi:
الوقت كالسيف, ان لم تقطعه قطعك
‘Waktu itu seperti pedang, jika kamu tidak menggunakannya (dengan baik) maka dia akan menebasmu’
Jika ‘ngaret’ ini selalu diestimasikan maka waktu kita pun akan terkikis dengan ‘ngaret’ ini. Dan jika kita lama-kelamaan membiasakan hal itu, waktu-waktu yang terkikis itulah yang suatu saat akan menebasmu.
Yuk, mulai sekarang kita berusaha menghilangkan budaya ‘ngaret’.  ^_^




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri yang Diunggulkan

PTS Matematika

 Kelas 8 https://quilgo.com/form/ZTc0fZIHun7dq5Mf

Popular Posts