Setelah sekian lama tak menulis di blog ini, bahkan aku berpikir bawa blog ini sudah dihapus karena sudah lama sekali tak berkunjung apalagi menulis.
Ah entah mengapa, hari ini rasanya ingin berkunjung sekedar menuliskan isi hati, entah itu akan dibaca orang atau tidak.
Keseharianku kini adalah mengajar. Mengajar di sebuah SMP swasta di tempat yang jauh pula dari kampung halamanku. Sebuah sekolah sekaligus pondok pesantren khusus untuk menghafal Al-quran. Pasca lulus kuliah dan mulai mengajar, kegiatanku berubah hampir 180 derajat. Kegiatanku tak bisa kuatur sesukaku. Kini kegiatanku harus diatur dengan ketentuan sekolah.
Awalnya, ada ketidaknyamanan disana. Aku merasa hidupku terlalu kaku karena banyak aturan yang kurasa tak perlu. Lalu kulihat mereka murid-muridku.Mereka yang aku ajari ilmu Matematika yang kumiliki adalah para penghafal qur'an. Anak-anak berumur 11-14 tahun yang tinggal jauh dengan orang tuanya hanya untuk mencari ilmu dan menghafal qur'an.Ada rasa malu disana. Bagaimana mungkin aku kalah dengan mereka. Mereka semangat mencari ilmu bahkan dengan jarak yang sangat jauh dari berbagai daerah di Indonesia juga beberapa dari luar negri. Haruskah aku kalah hanya karena aku tak nyaman dengan aturan yang bahkan mereka juga rasakan. Tugasku adalah menyampaikan ilmu yang kupunya dan memenuhi hak mereka untuk mendapatkan ilmu. Ah, aku sangat malu.
Bahkan jika dulu alasanku masuk pondok ini agar ingin lebih bermanfaat. Bahkan disini peluang manfaatku bisa lebih banyak. Waktu 24 jam ku bisa aku berikan bagi mereka karena aku tinggal di komplek yang sama dengan mereka. Aku bisa dengan mudah membantu mereka dengan kapasitasku. Ah, aku sangat malu.
Bahkan jika dulu alasanku ingin menambah hafalan al-quran. Sungguh aku diberi fasilitas untuk itu. Mereka bahkan jauh lebih bersemangat darikku menghafal ayat demi ayat suci.Mereka bahkan begitu mudah menambah hafalan hari demi hari nya. Ah aku sangat malu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar