Karena perempuan memiliki hati yang lebih mudah remuk. Hati yang tak bisa diajak kompromi ketika bersedih hati. Aku ingin seperti mereka yang dapat memendam sendiri pilunya. Hanya cukup hatinya yang pilu, tidak dengan sikapnya. Hanya cukup batinnya berteriak, tidak dengan bibirnya. Hanya cukup dirinya, tidak bercerita dengan yang lainnya. Hanya cukup hatinya, tidak dengan tangan yang menekan keyboard.
Karena perempuan memiliki hati yang berbunga tiada tara saat bahagia. Kebahagiaan yang nampak terlihat oleh seluruh tatap mata. Aku ingin seperti mereka yang senantiasa nampak bahagia. Tanpa mengumbar apa yang membuatnya mempesona. Tanpa berkicau aku sedang bahagia. Tanpa memposting kebahagiaan mereka. Tanpa itu semua, kebahagiaan itu muncul dari sikapnya membuat orang lain berbahagia.
Bukankah harusnya sajadah cukup menjadi teman setia curhatku? Ah, aku memang jauh dari itu.
Karena perempuan memiliki hati yang berbunga tiada tara saat bahagia. Kebahagiaan yang nampak terlihat oleh seluruh tatap mata. Aku ingin seperti mereka yang senantiasa nampak bahagia. Tanpa mengumbar apa yang membuatnya mempesona. Tanpa berkicau aku sedang bahagia. Tanpa memposting kebahagiaan mereka. Tanpa itu semua, kebahagiaan itu muncul dari sikapnya membuat orang lain berbahagia.
Bukankah harusnya sajadah cukup menjadi teman setia curhatku? Ah, aku memang jauh dari itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar