‘Faraaaaaaaaaaaah, aku punya berita
baik nih,’suara itu mengkagetkanku. Tangannya memelukku erat dari belakang.
‘Berita apa sih, tampaknya kamu
sangat senang Nis,’kutarik tangannya kedepanku.
Wajahnya yang manis memberikanku
senyuman terindahnya. Dia kemudian mencubit pipiku keras.
‘Ah Anis kamu kebiasaan deh kalo
lagi seneng pake cubit pipi segala. Ayo cepat cerita!’ Sahutku sambil
kuusap-usap pipiku yang terasa lumayan sakit.
Tanpa basa basi dia langsung
bercerita panjang lebar. Dia memang telah lama jatuh cinta kepada seorang kakak
tingkat di kampus. Dan kini dia sangat bergembira karena sang kakak tingkat
mengirim suatu pesan selular.
‘Pokoknya Kak Zundi tuh memang
laki-laki idaman setiap wanita deh,’ celoteh Anis setiap dia berbicara tentang
Kak Zundi.
‘Emangnya dia kirim sms apa Anis,sampai
kamu gembira kayak gitu?’ tanyaku penasaran.
‘Hehe.. Dia memang Cuma kirim
kata-kata mutiara gitu sih Far. Cuma entahlah itu membuat sedikit aku lebih
senang. Bisa jadi kan dia suka sama aku. Haha ngarep deh rasanya.’ Celotehnya
sambil cengar cengir.
‘Wah kamu ini ada-ada aja ya.’ Jawabku sambil kucubit pipinya kuingin
dia
merasakan sakitnya aku jika dia mencubit
pipiku.
‘Hmm, apa aku keGR-an yah Far, tapi
saat aku balas smsnya gitu dia langsung balas juga Far. Dan kami sempat saling
berbalas sms gitu. Menurutmu gimana Far?’tanyanya padaku.
‘Yah, kalo menurutku sih kita tunggu
perkembangannya dulu aja Nis. Sabar dulu aja yah.’ Aku berusaha untuk tidak
menyinggung perasaan Anis.
‘Iya kamu bener juga Far, sepertinya
aku gak bisa menyimpulkan begitu aja Kak Zundi suka sama aku. Lagian kita
berdua kan udah janji gak akan pacaran sampe kita nikahan.’ Kita tertawa
bersama mengingat janji bersama itu.
Anis dan Aku memang sedang memiliki
komitmen bersama untuk tidak berpacaran sampai nanti kami memiliki pasangan
yang benar-benar syah. Namun perasaan memang tidak bisa dipungkiri, karena kami
manusia biasa yang diberi anugerah fitrah. Kami hanya curhat berdua tentang
laki-laki yang kami kagumi tanpa mengumbar kepada orang lain.
-;-
Hari ini Anis mengalami luka
mendalam. Ayah Anis yang selama ini sangat dia cintai dan begitu dekat
dengan-nya harus pergi terlebih dahulu meninggalkan dunia. Skenario Tuhan memberi pelajaran bahwa mati itu bisa datang
kapan saja sangat tampak. Ayah Anis meninggal tanpa sakit atau memiliki
penyakit terlebih dahulu. Beliau meninggal karena kecelakaan lalu lintas yang
merenggut nyawanya dan kedua rekan kerjanya. Tabrakan lari.
Keadaan tiba-tiba ini membuat Anis
sangat terpukul. Terlebih ibu Anis telah pergi lebih dulu. Kini dia telah
sebatang kara, yatim piatu yang kini tinggal bersama sang bibi. Anis
benar-benar belum bisa menerima kejadian yang dialaminya.
Setelah hari itu, tak jarang Anis
meneteskan air mata saat sedang perkuliahan. Aku sangat prihatin dengan hal
ini. Anis yang selama ini kukenal sosok yang ceria, simple, dan easy going kini
cenderung lebih pemurung dan pendiam.
‘Sudahlah nis, insya Allah ini
adalah yang terbaik dari Allah’ seruku padanya.
Anis hanya menjawab dengan senyum
keterpaksaannya. Sesekali dia meminjam pundakku untuk menumpahkan tangisnya.
Aku kehilangan sosok Anis sahabatku.
-;-
Pagi begitu cerah. Langit biru pudar
telah menyapa pagi ini. Tak mau kalah dengan cuaca hari ini, aku membawa
semangat baru menuju kelas perkuliahan. Tampak Anis sudah duduk di kursi nya
cengengesan melihat hp-nya.
Ada kegembiraan dalam hatiku, ini
adalah senyum tulus pertama yang aku lihat dari Anis pasca kepergian sang Ayah.
‘Wah mulai ceria lagi nih kayaknya.Gitu
dong kita harus terus spirit nih, harus udah mulai nyusun nih kita’ Celotehku
padanya dengan perasaan sedikit lega.
‘Iya Far aku juga gak mau terus ada
dalam rundung kesedihan berkepanjangan.’senyumnya tulus kini kembali ia
uraikan.
‘Iya dong, kamu harus bangkit Anis.’
Aku langsung memeluuk Anis erat.
‘Tau gak Far, Kak Zundi kini dia
muncul lagi. Dia bahkan sms aku dan meminta aku buat bertemu dengannya nanti
sore.’ Serunya dengan lesung pipit yang membuat dirinya tampak lebih manis saat
tersenyum.
Rasanya aku merasa sedikit
pencerahan. Satu-satunya hal yang bisa membuat Anis tersenyum kembali hanyalah
sms Kak Zundi. Dengan demikian Kak Zundi bisa membantuku untuk mengembalikan
semangat Anis kali ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar