Selasa, 26 November 2013

Jika ini yang terbaik (Part I)

‘Faraaaaaaaaaaaah, aku punya berita baik nih,’suara itu mengkagetkanku. Tangannya memelukku erat dari belakang.
‘Berita apa sih, tampaknya kamu sangat senang Nis,’kutarik tangannya kedepanku.
Wajahnya yang manis memberikanku senyuman terindahnya. Dia kemudian mencubit pipiku keras.
‘Ah Anis kamu kebiasaan deh kalo lagi seneng pake cubit pipi segala. Ayo cepat cerita!’ Sahutku sambil kuusap-usap pipiku yang terasa lumayan sakit.
Tanpa basa basi dia langsung bercerita panjang lebar. Dia memang telah lama jatuh cinta kepada seorang kakak tingkat di kampus. Dan kini dia sangat bergembira karena sang kakak tingkat mengirim suatu pesan selular.
‘Pokoknya Kak Zundi tuh memang laki-laki idaman setiap wanita deh,’ celoteh Anis setiap dia berbicara tentang Kak Zundi.
‘Emangnya dia kirim sms apa Anis,sampai kamu gembira kayak gitu?’ tanyaku penasaran.
‘Hehe.. Dia memang Cuma kirim kata-kata mutiara gitu sih Far. Cuma entahlah itu membuat sedikit aku lebih senang. Bisa jadi kan dia suka sama aku. Haha ngarep deh rasanya.’ Celotehnya sambil cengar cengir.
‘Wah kamu ini ada-ada aja ya.’ Jawabku sambil kucubit pipinya kuingin dia
 merasakan sakitnya aku jika dia mencubit pipiku.
‘Hmm, apa aku keGR-an yah Far, tapi saat aku balas smsnya gitu dia langsung balas juga Far. Dan kami sempat saling berbalas sms gitu. Menurutmu gimana Far?’tanyanya padaku.
‘Yah, kalo menurutku sih kita tunggu perkembangannya dulu aja Nis. Sabar dulu aja yah.’ Aku berusaha untuk tidak menyinggung perasaan Anis.
‘Iya kamu bener juga Far, sepertinya aku gak bisa menyimpulkan begitu aja Kak Zundi suka sama aku. Lagian kita berdua kan udah janji gak akan pacaran sampe kita nikahan.’ Kita tertawa bersama mengingat janji bersama itu.
Anis dan Aku memang sedang memiliki komitmen bersama untuk tidak berpacaran sampai nanti kami memiliki pasangan yang benar-benar syah. Namun perasaan memang tidak bisa dipungkiri, karena kami manusia biasa yang diberi anugerah fitrah. Kami hanya curhat berdua tentang laki-laki yang kami kagumi tanpa mengumbar kepada orang lain.
-;-
Hari ini Anis mengalami luka mendalam. Ayah Anis yang selama ini sangat dia cintai dan begitu dekat dengan-nya harus pergi terlebih dahulu meninggalkan dunia. Skenario Tuhan  memberi pelajaran bahwa mati itu bisa datang kapan saja sangat tampak. Ayah Anis meninggal tanpa sakit atau memiliki penyakit terlebih dahulu. Beliau meninggal karena kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawanya dan kedua rekan kerjanya. Tabrakan lari.
Keadaan tiba-tiba ini membuat Anis sangat terpukul. Terlebih ibu Anis telah pergi lebih dulu. Kini dia telah sebatang kara, yatim piatu yang kini tinggal bersama sang bibi. Anis benar-benar belum bisa menerima kejadian yang dialaminya.
Setelah hari itu, tak jarang Anis meneteskan air mata saat sedang perkuliahan. Aku sangat prihatin dengan hal ini. Anis yang selama ini kukenal sosok yang ceria, simple, dan easy going kini cenderung lebih pemurung dan pendiam.
‘Sudahlah nis, insya Allah ini adalah yang terbaik dari Allah’ seruku padanya.
Anis hanya menjawab dengan senyum keterpaksaannya. Sesekali dia meminjam pundakku untuk menumpahkan tangisnya.
Aku kehilangan sosok Anis sahabatku.
-;-
Pagi begitu cerah. Langit biru pudar telah menyapa pagi ini. Tak mau kalah dengan cuaca hari ini, aku membawa semangat baru menuju kelas perkuliahan. Tampak Anis sudah duduk di kursi nya cengengesan melihat hp-nya.
Ada kegembiraan dalam hatiku, ini adalah senyum tulus pertama yang aku lihat dari Anis pasca kepergian sang Ayah.
‘Wah mulai ceria lagi nih kayaknya.Gitu dong kita harus terus spirit nih, harus udah mulai nyusun nih kita’ Celotehku padanya dengan  perasaan sedikit lega.
‘Iya Far aku juga gak mau terus ada dalam rundung kesedihan berkepanjangan.’senyumnya tulus kini kembali ia uraikan.
‘Iya dong, kamu harus bangkit Anis.’ Aku langsung memeluuk Anis erat.
‘Tau gak Far, Kak Zundi kini dia muncul lagi. Dia bahkan sms aku dan meminta aku buat bertemu dengannya nanti sore.’ Serunya dengan lesung pipit yang membuat dirinya tampak lebih manis saat tersenyum.

Rasanya aku merasa sedikit pencerahan. Satu-satunya hal yang bisa membuat Anis tersenyum kembali hanyalah sms Kak Zundi. Dengan demikian Kak Zundi bisa membantuku untuk mengembalikan semangat Anis kali ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri yang Diunggulkan

PTS Matematika

 Kelas 8 https://quilgo.com/form/ZTc0fZIHun7dq5Mf

Popular Posts