Kontigensi hidup
Dalam ilmu Logika Matematika ada istilah Tautologi (selalu
bernilai benar) , Kontradiksi (selalu bernilai salah) dan Kontigensi (ada yang
bernilai salah dan benar). Nah teman, disini kita hubungkan ketiga istilah
tersebut ke dalam kehidupan kita sehari-hari.
Kehidupan manusia sehari-hari selalu diwarnai dengan
cakrawala yang berbeda. Kalau kat Max itu : ‘Manusia dilahirkan di bawah langit
yang sama dengan cakrawala yang berbeda’. Berbagai aktifitas kita lakukan di
dunia ini. Disini saya mau ngajak muhasabah nih, apakah kehidupan kita
Tautologi, Kontradiksi ataupun Kontigensi??
Saya dapat simpulkan 100% pembaca tulisan ini akan menjawab
Kontigensi. Karena hidup memang
Nah disini saya mau
hubungkan kedua hal itu dengan kehidupan
kita sehari-hari nih. Apa segala sikap kita merupakan Tautologi atau
Kontradiksi?
Sahabat, kehidupan kita sehari-hari gak bisa tuh disamaain
sama sinetron. Yang selalu baik, murah hati, ikhlas diapa-apain, gak pernah
berbuat salah kayak Haji Sulam dan Ema ataupun yang selalu berniat jelek dengki
gak pernah mau dengar nasehat orang lain kayak Haji Muhidin dan Hj.Maemunah
(red: Sinetron Tukang Bubur Naik Haji). Yupz, kalo dalam Islam ada istilah ‘Al-iimaanu
yazidu wa yanqushu’ . Iman itu ada kalanya naik turun nah dan itu pula
mempengaruhi akan sikap sehahri-hari
kita teman.
So, yuk perbaiki hidup kita. Jadikan kontigensi menjadi
sebuah tautologi. Dengan belajar dari kesalahan-kesalahan yang kita terima
sebelumnya. Belajar dari pengalaman itu lebih baik. Sukses dan gagal ada di
tangan kita. Namun perlu diingat kita tak dapat sukses seterusnya dan gagal
seterusnya. Selalu ada halangan dan rintangan yang menghalang. Dan itu semua
tergantung kita pemilik keputusan yang dapat memutuskan bagaimana cara untuk
menghadapi itu semua.
Yuk perbaiki diri, Selalu berusaha keras, belajar keras, doa
keras disertai bersyukur, bersabar dan ikhlas. J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar