Awalnya saya sering sekali mengerutu dan tidak puas saat melihat
hasil ujian saya tidak memuaskan. Ya, hasil ujian mata kuliah saya saat
itu tidak memuaskan karena hasil saya tidak sama dengan jawaban akhir
dosen. Yang saya gerutukan adalah tidak adanya pemberian lebih akan
proses benar yang telah saya lakukan (yang begitu panjang) dan itu
menjadi tidak tepat hanya karena kurang teliti sedikit saja. Jawaban
saya tersebut hanya diberi nilai 1/10 saja. Apa ini yang disebut ilmu
pasti? begitu tidak ada toleransi?
Saat itu terbesit rasa penyesalan, mengapa saya harus mengambil jurusan Matematika. Ilmu pasti yang tidak memperhatikan proses. Padahal bukankah kita seharusnya memperhatikan proses daripada hasil?
Hal itu membuat saya merenung panjang. Lalu muncullah suatu analogi yang benar-benar pasti dari sang Khalik. Mati, ya kematian adalah hal yang pasti akan datang pada seluruh makhluk. walaupun kita tak tahu kapan kematian itu akan menghampiri kita. Disanalah suatu analogi kepastian ditemukan. Bukankah Allah salah satu aspek penilaian Allah terhadap seseorang adalah bagaimana saat dia mati. Kita mengenalnya dengan khatimah atau penutupan hidup. Ada dua pilihan menutup hidup yaitu husnul khatimah atau su'ul khatimah. Seseorang yang sangat alim pun jika di akhir hidupnya dia berlaku buruk maka dia dianggap buruk. Dan dapat gugurlah amal-amal dia sebelumnya.
Dari sanalah saya harus belajar mengambil pelajaran. Ilmu pasti memang tanpa toleransi yang artinya saya harus senantiasa teliti dan hati-hati.
Karena begitu pula hidup, kepastian itu akan datang walau tak tahu kapan. Maka senantiasa berbuat baiklah tanpa henti karena mati pasti kan mengahmpiri. Tentu kita tak mau mati datang di waktu yang tak tepat kondisi. Maka yuk kita jadikan kondisi dicabutnya nyawa kita kan selalu tepat. Hilangkan permusuhan. Pererat persahabatan. jauhkan diri dari perkara tak terpuji.
Bismillah, lahaula wal quwwata illa Billah.
Terimakasih ilmu pasti yang telah memberi inspirasi.
Saat itu terbesit rasa penyesalan, mengapa saya harus mengambil jurusan Matematika. Ilmu pasti yang tidak memperhatikan proses. Padahal bukankah kita seharusnya memperhatikan proses daripada hasil?
Hal itu membuat saya merenung panjang. Lalu muncullah suatu analogi yang benar-benar pasti dari sang Khalik. Mati, ya kematian adalah hal yang pasti akan datang pada seluruh makhluk. walaupun kita tak tahu kapan kematian itu akan menghampiri kita. Disanalah suatu analogi kepastian ditemukan. Bukankah Allah salah satu aspek penilaian Allah terhadap seseorang adalah bagaimana saat dia mati. Kita mengenalnya dengan khatimah atau penutupan hidup. Ada dua pilihan menutup hidup yaitu husnul khatimah atau su'ul khatimah. Seseorang yang sangat alim pun jika di akhir hidupnya dia berlaku buruk maka dia dianggap buruk. Dan dapat gugurlah amal-amal dia sebelumnya.
Dari sanalah saya harus belajar mengambil pelajaran. Ilmu pasti memang tanpa toleransi yang artinya saya harus senantiasa teliti dan hati-hati.
Karena begitu pula hidup, kepastian itu akan datang walau tak tahu kapan. Maka senantiasa berbuat baiklah tanpa henti karena mati pasti kan mengahmpiri. Tentu kita tak mau mati datang di waktu yang tak tepat kondisi. Maka yuk kita jadikan kondisi dicabutnya nyawa kita kan selalu tepat. Hilangkan permusuhan. Pererat persahabatan. jauhkan diri dari perkara tak terpuji.
Bismillah, lahaula wal quwwata illa Billah.
Terimakasih ilmu pasti yang telah memberi inspirasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar